Rabu, April 16, 2008

Lebih Cepat Langsing


Tak kunjung langsing meski mati-matian menghilangkan lemak dalam makanan sehari-hari? Coba atasi dengan memperbanyak makan salad. Menurut American Journal of Clinical Nutrition, dalam waktu enam bulan, berat badan anda akan turun 33% lebih banyak hanya dengan memperbanyak konsumsi makanan berkalori rendah, seperti sayur dan buah-buahan, dibandingkan jika anda hanya focus pada pengurangan asupan lemak.

Garam 2 Kali Lipat



Tak hanya tinggi kalori, makanan cepat saji ternyata juga berkadar garam tinggi. Dalam survey Consensus Action on Salt and Health di Inggris, Asupan garam bertambah 12,3g setiap kali Anda memesan satu paket makanan di restoran pizza. Padahal, rekomendasi pemerintah Inggris, kadar maksimal garam yang boleh dikonsumsi adalah 6g/hari untuk orang dewasa.

Gemuk, Salah Dopamin


Sulit mengerem nafsu makan, bisa jadi karena ulah dopamin, senyawa kimia di otak yang berfungsi mengatur nafsu makan. Penelitian University at Buffalo, AS, mengatakan bahwa kadar dopamin yang terlalu rendah menyebabkan seseorang akan mengkonsumsi makan lebih banyak, sehingga cenderung memiliki berat badan berlebih.

Sushi dan Sashmi Sehat???



Belum tentu. Penelitian di Jepang menemukan bahwa makanan mentah mengandung larva cacing parasit yang disebut anisakiasis. Bila tertelan, dapat menimbulkan masalah pada perut, seperti diare, kram, ataupun muntah. Hasil studi dipublikasikan pada pertemuan tahunan American College of Gastroenterology, Philadelphia, AS, dan dikatakan bahwa anisakias ditemukan pada pencernaan mereka yang menyantap sushi dan sashimi.

Kolesterol Tinggi, Jangan panik


Hasil laboratorium memperlihatkan kadar kolesterol yang cukup tinggi dalam darah anda? Tak usah panik. Kolesterol tinggi tak selalu berbuntut penyakit. Menurut Susanne Bilz, ahli nutrisi dari lembaga pusat penelitian klinis di Dresden, Jerman Barat, Anda baru boleh panic jika memiliki beberapa factor risiko, seperti merokok, diabetes, hipertensi, dan berat badan berlebih. Tanpa factor risiko tersebut, dijamin kolesterol tidak ‘berulah’.

‘Teman’ Sehat dari Laut



Ikan atau Udang di piring berarti sumber protein, lemak tak jenuh, dan omega-3. Pastikan seafood tersebut berasal dari sumber yang menjaga kebersihan dan keamanan produknya. Ikan dan Udang yang anda pillih harus berada di hamparan es batu, bukan es yang mencair. Beraroma segar, bukan amis, asam, apalagi obat. Bahan yang segar akan membuat olahan seafood anda lebih lezat dan bergizi maksimal.

Pil Insulin


Penderita diabetes tak lama lagi bisa mengatasi kondisi mereka dengan pil, menggantikan peran jarum suntik. Para ahli di Robert Gordon University, Aberdeen, menemukan bahwa insulin dapat dibungkus dengan lapisan, sehingga bisa diberikan secara oral. Penemuan ini menawarkan harapan bagi yang takut terhadap jarum suntik.

Jangan Mengunyah Berlebihan


Suka mengunyah permen karet untuk meredakan stress? Boleh-boleh saja, asal jangan berlebihan. University of Texas Southwestern Medical center, Dallas, menyebutkan bahwa mengunyah terlalu kencang dapat menyebabkan kepenatan dan rasa sakit pada rahang. Selain itu, berlama-lama mengunyah permen karet juga menyebabkan nyeri pada kepala dan leher, bahkan bisa mengakibatkan rahang kaku, sehhingga tak dapat membuka atau menutup.

Akupresur Lebih Efektif


Terapi alternatif akupresur, ternyata lebih efektif untuk meredakan sakit punggung dibandingkan terapi fisik. Penelitian oleh National Taiwan University, Taipei terhadap 129 pasien penderita sakit punggung kronik, menemukan bahwa 89% kelumpuhan yang diakibatkan oleh sakit punggung membaik setelah pasien mendapat terapi akupresur. Terapi ini bermanfaat setelah dilakukan rutin selama enam bulan.

Manfaat Melamun


Melamun rasanya seperti membuang-buang waktu saja. Tapi ternyata beberapa penelitian di Darthmouth College menyebutkan bahwa selama melamun, otak sesungguhnya dapat memproses isu penting yang tidak berhubungan dengan apa yang sedang dilakukan. Melamun selama 15-20 menit dapat membuat orang lebih waspada dan membangkitkan stamina, serta membantu performa otak lebih baik dalam mempelajari informasi masuk.