Rabu, April 16, 2008

6 Hal yang Harus Kamu Ketahui Tentang Privasi di Internet




  1. Informasi pribadi apa saja yang disimpan dalam komputermu _ nama, alamat, nomor telepon, silsilah keluarga, rekaman medis, gaya hidup, kebiasaan berbelanja, e-mail, rumpi, dan lain-lain _ bisa diperoleh oleh orang yang nggak kaukenal.

  2. Apapun yang kamu lakukan di Web, bahkan kalau kamu Cuma menjelajah suatu halaman Web, kamu memberikan informasi yang bisa menunjukkan siapa dirimu sebenarnya dan bisa dilacak. Informasi ini bisa dikumpulkan untuk menghasilkan profil kegiatanmu berinternet dan siapa saja teman-temanmu. Teknologi yang memungkinkan munculnya cyberspace juga melakukan observasi secara mendetail, kumulatif, dan secara “sembunyi-sembunyi” terhadap kita.

  3. Hanya ada sedikit undang-undang yang membatasi apa yang berhak dilakukan oleh sector swasta berkenaan dengan informasi yang dikumpulkan di cyberspace. Para pengumpul informasi dapat cukup bebas melakukan apa saja dengan informasi yang mereka kumpulkan. Situs-situs komersial menggunakan informasi ini untuk mengembangkan profil pelanggan individu agar bisa melakukan penjualan lebih banyak lagi.

  4. Banyak Web site yang mengirimkan “cookies” ke computer yang mengunjungi situs mereka. Web site tersebut akan tahu saat komputer yang sama mengunjungi situs mereka lagi. Beberapa situs menaruh “label” pada komputermu, label yang bisa melacakmu dari satu situs ke situs lain selagi kamu menjelajah Web.

  5. E-mail yang sudah dihapus nggak berarti sudah benar-benar terhapus. Salinan backup-nya mungkin masih ada di komputermu, atau di computer orang yang kamu kirimi e-mail. Kalau e-mail-mu dikirim lewat layanan komersial atau internet, mungkin e-mail-mu telah melewati beberapa computer, dan tiap-tiap computer ini mungkin memiliki salinannya. Kalau e-mail-mu nggak kamu protect, e-mail-mu bisa diakses dan ditampilkan di computer perantara antara kamu dan penerima e-mail-mu. Kiat: Anggap e-mail-mu seperti kartu pos.

  6. Kamu bisa membatasi informasi yang dikumpulkan tentangmu, dan membatasi kemungkinan pihak lain mendapatkan akses atas informasimu tanpa sepengetahuanmu. Ini dia caranya:

Jangan pernah memberikan nomor jaminan Sosial-mu sebagai identitas diri.


Gunakan password setidaknya sepanjang 6 karakter, dengan variasi huruf dan angka. Serin-seringlah mengubah password-mu.


Sembunyikan identitasmu selagi menjelajahi Web. Jelajahilah situs seperti http://www.anonymizer.com/.


Jangan gunakan alamat e-mail-mu yang biasa kalau kamu mengirimkan komentar ke newsgroup atau milis. Buatlah alamat e-mail kedua dengan menggunakan nama samaran, dan gunakan yang ini saja.



Atur agar penjelajah Web-mu memberimu peringatan kalau sebuah situs mencoba untuk menempatkan “cookie” ke komputermu. Dengan begitu, kamu bisa memutuskan untuk menerimanya atau nggak.

Tidak ada komentar: